Lingkungan penelitian dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting).
Dalam dunia ilmiah, terdapat dua raksasa besar yang sering dipertarungkan: kuantitatif dan kualitatif. Jika penelitian kuantitatif berfokus pada hitungan, statistik, dan uji hipotesis, maka berusaha menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: "Mengapa?" dan "Bagaimana?"
Peneliti melakukan observasi awal untuk memastikan fenomena benar-benar ada dan relevan.
Kesimpulan bersifat sementara hingga data benar-benar jenuh. Triangulasi dilakukan sepanjang proses.
Data mentah: "Guru A selalu datang telat, sering marah tanpa sebab". Reduksi: "Guru A menunjukkan ketidakkonsistenan waktu dan emosi negatif". Kategori: "Iklim kerja toxic". Tema: "Dampak kepemimpinan otoriter terhadap kinerja guru".
Lingkungan penelitian dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting).
Dalam dunia ilmiah, terdapat dua raksasa besar yang sering dipertarungkan: kuantitatif dan kualitatif. Jika penelitian kuantitatif berfokus pada hitungan, statistik, dan uji hipotesis, maka berusaha menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: "Mengapa?" dan "Bagaimana?" metodologi penelitian kualitatif
Peneliti melakukan observasi awal untuk memastikan fenomena benar-benar ada dan relevan. dan uji hipotesis
Kesimpulan bersifat sementara hingga data benar-benar jenuh. Triangulasi dilakukan sepanjang proses. metodologi penelitian kualitatif
Data mentah: "Guru A selalu datang telat, sering marah tanpa sebab". Reduksi: "Guru A menunjukkan ketidakkonsistenan waktu dan emosi negatif". Kategori: "Iklim kerja toxic". Tema: "Dampak kepemimpinan otoriter terhadap kinerja guru".