Bayangkan jilbab seperti “sarung” yang menutupi leher dan bahu, bukan “topi”. Tujuannya adalah menghindari kontak langsung dengan air sebanyak mungkin.

However, the act of "intip jilbab mandi" can be perceived as a form of harassment, voyeurism, or even a manifestation of patriarchal attitudes. It highlights the blurred lines between private and public spaces, as well as the objectification of women's bodies and attire.

Bagi aktivis Muslimah yang hobi berenang, snorkeling, atau sekadar liburan ke waterpark, adalah kebutuhan primer. Berbeda dengan hijab daily, jilbab mandi didesain khusus dari bahan yang cepat kering, tidak berat saat basah, serta yang terpenting: tidak tembus pandang .