Dalam khazanah sastra Melayu klasik dan Nusantara, Nasihatnama merupakan sebuah genre sastra didaktif (pengajaran). Karya-karya jenis ini biasanya berisi wejangan-wejangan moral, etika berperilaku, panduan kepemimpinan, hingga tata cara bermasyarakat yang baik. Berbeda dengan hikayat yang lebih banyak bercerita tentang petualangan raja atau dewa-dewa, Nasihatnama bersifat lebih pragmatis dan langsung menyasar karakter pembaca.
The most significant version is found in MS 770 (dated 1718–1719), considered the earliest dated manual on Sikh conduct.
If you have obtained a PDF, follow this method to benefit fully:
Most original Persian texts are in the (author died >100 years ago). However, modern translations or critical editions (e.g., published after 1980) may still be copyrighted. For free PDFs:
Masuknya pengaruh Islam ke Nusantara membawa gelombang besar sastra Persia dan Arab. Salah satu karya paling legendaris yang menjadi fondasi genre ini adalah atau lebih dikenal sebagai "Nasihatnama" karya Nizham al-Mulk . Nizham al-Mulk adalah seorang wazir (perdana menteri) agung pada masa kejayaan Dinasti Seljuk (abad ke-11 M). Kitabnya ini menjadi rujukan utama bagi para raja dan pemimpin tentang bagaimana memerintah dengan adil, menangkat menteri yang kompeten, serta menertibkan negara.
| Title | Author | Language | Focus | |-------|--------|----------|-------| | Nasihatnama (or Nasihat al-Muluk ) | Imam Ghazali | Persian/Arabic | Advice for kings (political) | | Nasihatnama-i Hind | Unknown (17th c. Deccan) | Urdu | Ethical tales for soldiers | | Nasihatnama by Nawab Sir Khwaja Salimullah | Urdu | Modern political advice (1900s) | | Nasihatnama-i Alfi | A. S. D. Dihlawi | Urdu | Sufi guidance in verse |